Tags
Related Posts
Share This
“DANARTO” Puisi Dalam “GODLOB”
Kecubung Pengasihan
Ya, Allah
Undanglah daku
dalam satu meja makan
di mana terhidang segala makanan,
kasih sayang
dan gurau bersahut-sahut
Lalu Engkau berkata dengan senyuman merekah
“Marilah kita bicara tentang segalanya.”
Sejenak tangan kiri kita berpegangan
pada bibir meja.
Engkau julurkan secangkir teh kepadaku
dan ketika jari-jari-Mu menggeser jari-jariku
Aduhai, perasaan yang bahagia menyelinap
di hati kita masing-masing tanpa kita sadari
A B R A C A D A B R A A B R A C A D B R A B R A C D B A B R A C D A B R A C A B R A A B R A B A
“Rintrik”
————————————-
hujan deras mendesah-desah
“Rintrik Yang Buta!”
————————————
petir melengking-lengking
Waktu menjelang subuh matahari Kau sepuh
Kau julurkan kakiku di jalan-Mu yang dingin
penuh cahaya dan kasih sayang
Sekarang atau besok
Aku akan melihat Wajah-Mu juga
dan kenapa aku tidak berangkat
pagi-pagi benar, biar datangku agak duluan
meskipun matahari silau menatap-Mu
Tetapi semut yang beriring-iring itu
menuju ke rumah-Mu juga.
Dan kuikuti mereka yang lebih tajam penciumannya
Aha, aku berangkat
Blog ini bisa bercerita, berbagi atau mungkin? menanyakan sesuatu apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Selebihnya hanya senyum, bukan karena senyum itu ibadah, namun senyum menurut saya adalah “bunga-hidup”,
Very informative article… Looking forward for more articles on your blog