Tags

Related Posts

Share This

Mengalir bersama Cinta

dua arus menerjang kesendirian
terpaku pada satu muara aliran

sebait luka membersihkan jiwa
menebar onak duri dalam sanubari

beriak berontak
menghampas sangsakala

aku musnah
dalam nestapa

terombang ambing

burung-burung nampak resah
menyanyikan kicaunya

badai menghantui
lebih kelam dari penderitaan

kutapakkan kakiku yang pongah
menyusuri jalan-jalan sepi
di lorong waktu sendiri

namun kemudian
sang matahari menyapaku
mengajakku bermain
dengan hangatnya
merasakan kerinduan

sejak itu mataku terpejam
dan menghadirkan tanya
tanpa air mata, tanpa darah

sementara,
Cinta begitu erat mengoda
meliuk-liuk bak penari

dengan hatiku, sapalah Cinta
dalam hatiku, bernaung Cinta
itu sendiri.

Dapatkah aku mengalir bersamamu Cinta?
dan ia menjawab kau adalah cinta
apa lagi yang kau takutkan???

Rempoa, 18 Januari 2011



free counters

OE Colloge E Learning Web Design Murah Blogger Design Wordpress Web Design